banner 728x90

Hadir di Tengah Siswa, Polsek Toili Tanamkan Nilai Kesetiakawanan Lawan Perundungan Sejak Dini

Luwuk, Banggaiplus.com — Di balik tawa riang anak-anak yang melangkah masuk gerbang sekolah, terselip keprihatinan yang kini makin nyata di kalangan orang tua.

Bayang-bayang perundungan. Tak hanya di jenjang sekolah lanjut, tanda-tanda perilaku yang menyakiti sesama pun mulai tampak di lingkungan Sekolah Dasar. Menyadari hal ini, kepolisian tak tinggal diam.

Jumat pagi (18/9/2026), suasana Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tirtasari di Desa Tirtajaya, Kecamatan Toili Jaya, terasa lebih hangat. Bukan hanya karena sinar matahari yang menyapa halaman sekolah, melainkan kehadiran sosok yang datang membawa pesan hangat untuk peserta didik.

Bhabinkamtibmas Polsek Toili, Bripka Yanuar Ribut Muslim, duduk di antara para siswa, menatap wajah-wajah polos itu, dan berbicara dari hati ke hati.

“Perundungan itu bukan hal sepele. Kalian mungkin menganggapnya sekadar bercanda, tetapi dampaknya bisa membuat teman kalian merasa sedih, takut, bahkan kehilangan semangat untuk belajar,” ucapnya.

Tak sekadar memperingatkan tentang bahaya perundungan, Bripka Yanuar juga mengajak anak-anak menggunakan handphone sebagai sarana edukasi dan bimbingan serta menjadikan media untuk meningkatkan kesetiakawanan mereka.

Langkah kecil ini ternyata menyimpan makna besar. Kapolsek Toili, IPTU I Putu Yoga Pratama memberikan tanggapan humanis katanya, kehadiran kepolisian di sekolah bukan sekadar tugas rutin. Itu adalah wujud kehadiran negara di tempat yang paling penting khususnya di tengah generasi penerus.

“Kehadiran kami di sekolah adalah bentuk tanggung jawab sosial, melindungi anak-anak bangsa dari pengaruh buruk, sekaligus menanamkan karakter yang disiplin, beretika, dan taat aturan,” tuturnya.

Bukan dengan kekuasaan atau ketakutan, melainkan dengan niat mendidik, Polsek Toili membuktikan, menjaga keamanan bermula dari menjaga hati. Dan mencegah perundungan dimulai sejak dini, saat mereka masih belajar memaknai arti pertemanan. (*/adibua)

error: Content is protected !!