Bangkep, Banggaiplus.com – Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), yang 72,83% wilayahnya adalah laut dengan luas mencapai 18.828,10 km², menyimpan potensi perikanan yang besar. Namun, potensi ini belum maksimal mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), padahal daerah ini dikenal sebagai penghasil ikan berkualitas ekspor.
Anggota DPRD Bangkep dari Partai Bulan Bintang (PBB), Burhan Alelaga, mengungkapkan kekecewaannya terkait kebocoran PAD dari sektor perikanan dan kelautan. “Potensi perikanan di Bangkep seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD, tapi kenyataannya belum terwujud,” ujarnya.
Berbagai upaya telah dilakukan, seperti penarikan retribusi penjualan ikan ke luar daerah, pembangunan pabrik es, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum. Namun, hasilnya belum sesuai harapan.
Burhan menyoroti lemahnya pengawasan dan regulasi sebagai penyebab utama. Banyak kapal dari luar daerah membeli ikan hasil tangkapan nelayan Bangkep tanpa tersentuh retribusi, serta bebas beroperasi di perairan Bangkep sehingga potensi PAD hilang begitu saja.
Untuk mengoptimalkan potensi perikanan, Alelaga menekankan perlunya pengawasan yang ketat dan penegakan regulasi yang efektif. “Pemerintah daerah harus meningkatkan kapasitas pengelolaan potensi perikanan. Hasil tangkapan harus dikelola melalui sistem yang disediakan pemerintah daerah agar retribusi dapat dipungut,” tandasnya. Dengan pengelolaan yang baik, sektor ini diharapkan dapat menjadi andalan PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.







