Bayi di Bawah Mimbar Ditemukan Bersujud, Dugaan Kuat Dibuang Orang Tuanya

Luwuk, Banggaiplus.com – Langit di atas Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, masih menyisakan gelapnya dini hari. Suasana desa yang tenang itu belum dipecah oleh gemanya adzan Subuh. Namun, ketenangan di sekitar Masjid Al-Hidayah tiba-tiba berubah menjadi kekhawatiran yang bercampur haru.

Jumat (10/4/2026) sekira pukul 04.30 Wita, Ustadz Yakub, imam masjid setempat, datang lebih awal seperti biasanya untuk menunaikan salat sunnah sebelum mengumandangkan adzan subuh. Anehnya Saat sedang khusyuk menunaikan salat sunat dalam rakaat pertamanya, telinganya menangkap suara yang aneh.

Awalnya ia mengira itu hanya suara kucing. Namun, karena suaranya semakin jelas seperti suara bayi menangis yang menyayat hati, usai menyudahi salatnya pria paruh baya itu memutuskan untuk mencari sumber suara tersebut. Jejak suara itu membawanya ke sebuah tempat yang tersembunyi dan tidak lazim, di dalam bagian bawah mimbar masjid.

Betapa terkejutnya Ustadz Yakub saat menemukan apa yang ada di sana. Tergeletak bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan. Bayi itu dalam kondisi telanjang, hanya tertutup oleh sebuah sweater yang sudah terlepas dan sebuah sajadah yang dilipat. Bayi mungil itu saat ditemukan seperti posisi orang bersujud. seolah sedang sujud sukur karena dia telah diselamatkan dari dinginnya udara pagi itu.

Ustada Yakub mengatakan saat ditemukan, keadaan bayi itu sangat memprihatinkan. Tubuhnya tampak membiru karena kedinginan. Di mulut kecilnya masih terpasang dot buatan yang dihisap seolah mencari kehangatan asi, yang membuat hati siapa saja terenyuh. Tali pusarnya masih menempel utuh dan di tubuhnya masih tersisa bercak darah, menandakan bayi ini benar-benar baru datang ke dunia ini beberapa jam sebelumnya.

Di dalam sweater yang membungkus tubuh mungil itu, ditemukan beberapa helai daun kering. Hal ini menguatkan dugaan warga bahwa bayi tersebut mungkin sempat tergeletak di tanah. Kemudian karena tak tega orang tuanya memindahkan ke tempat yang sedikit layak dan mudah di temukan orang lain.

Diperkirakan bayi malang ini diletakkan di sana sekitar pukul 03.00 Wita, atau sekitar satu setengah jam sebelum ditemukan oleh Ustadz Yakub.

Penemuan ini sontak membuat geger para jamaah yang mulai berdatangan. Suasana haru dan sedih menyelimuti masjid. Pelaksanaan salat Subuh sempat tertunda sejenak karena semua orang fokus menolong nyawa yang sedang berjuang itu.

Istri Ustadz Yakub bertindak cepat. Ia segera mengangkat bayi itu, membungkusnya dengan kain yang hangat, dan memberikan perawatan pertama untuk mengembalikan suhu tubuh yang sempat turun drastis.

Tak membuang waktu, sekitar pukul 05.30 Wita, bayi tersebut segera dibawa ke Poskesdes Boyou untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih layak.

Kepala Poskesdes Boyou, Bidan Aisyah Alhabsyi, yang menangani langsung kasus ini menceritakan detail kondisi bayi tersebut.

“Kemungkinan dilahirkan sekitar pukul 22.00 Wita malam sebelumnya. Fisiknya Alhamdulillah normal,” ungkap Aisyah kepada awak media.

Meski terlihat lemah, berat badan bayi ini mencapai 2,9 Kg dengan panjang tubuh 50 cm, angka yang cukup ideal untuk bayi baru lahir. Namun, perjuangannya semalam terlihat jelas dari goresan-goresan kecil. Terdapat luka lecet di bagian kanan dan kiri tubuhnya. Namun cukup mengherankan, di beberapa bagian tubuh sensitif seperti pipi, area kemaluan, dan sekitar pusar, ditemukan butiran pasir berwarna hitam yang menempel. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa bayi ini sempat diletakkan di tanah atau tempat terbuka sebelum akhirnya dibawa ke masjid.

Saat ini, bayi tersebut dalam kondisi stabil dan dirawat sementara di rumah salah satu warga yang berniat baik, sambil menunggu proses hukum dan administrasi berjalan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk melacak latar belakang dan identitas orang tua kandungnya.

“Untuk perawatan sementara nayi tersebut dititipkan kepada salah salah seorang warga, setempat” jelas Aisyah menutup percakapan.

Di pagi yang sunyi itu, di bawah mimbar yang biasa berdiri seorang khatib menyampaikan pesan kedamaian, tertinggal sebuah amanah Tuhan. Sebuah nyawa kecil yang mungkin ditelantarkan, namun tidak dibiarkan mati oleh kebaikan hati manusia.

Kisah bayi di Masjid Al-Hidayah ini menjadi pengingat, bahwa di balik sebuah keputusasaan, selalu ada jalan dan harapan yang terbuka lebar, sama luasnya rahmat yang turun di waktu Subuh.(*/adibua)

error: Content is protected !!
Exit mobile version