LUWUK, Banggaiplus.com – PT Panca Amara Utama (PAU) kembali berkolaborasi dengan Indonesian Heritage Foundation (IHF) untuk melanjutkan Program Generasi Masa Depan (GEN MAPAN).
Program ini merupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang kemudian menjadi program unggulan berfokus pada penguatan pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Program ini juga secara khusus mengembangkan pembelajaran holistik berbasis karakter bagi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Banggai.
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan, tim gabungan telah melaksanakan kegiatan pemantauan dan evaluasi penerapan Modul Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) pada 18 hingga 22 Mei 2026, sesuai agenda kerja yang telah disusun sebelumnya. Kegiatan ini bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan langkah strategis untuk menilai kemajuan sekaligus memberikan apresiasi kepada lembaga PAUD yang telah konsisten menerapkan metode pembelajaran berkarakter di lingkungan masing-masing.
Selain berfungsi sebagai sarana evaluasi, kegiatan ini juga membuka ruang dialog konstruktif antara pihak sekolah dan tim IHF. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi pendidik di lapangan, sekaligus merumuskan solusi secara kolaboratif agar kualitas pembelajaran terus meningkat.
Sasaran pemantauan kali ini meliputi sepuluh lembaga pendidikan yang tersebar di wilayah operasional PAU, mencakup Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo. Lembaga tersebut adalah TK Flamboyan Nambo Lempek, TK Srikandi Lontio, TK Mutiara Nambo Bosaa, TK Talang Batu, TK ABA Tangkiang, TK PGRI Mendono, TK Al Hairaat Tolando, TK Negeri TP PKK Sisipan, TK Cinta Kasih Ibu, dan TK Pertiwi Balantang.
Proses pemantauan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu kinerja pendidik dan perkembangan peserta didik. Pada guru, penilaian diarahkan pada kompetensi kepribadian yang meliputi kedewasaan sikap, kestabilan emosi, ketaatan terhadap norma, serta kemampuan membangun hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang bersama anak didik. Guru juga diharapkan menjadi teladan nyata melalui kedisiplinan, komunikasi santun, dan kreativitas dalam menerapkan metode belajar sambil bermain.
Sementara itu, pemantauan terhadap peserta didik berfokus pada pembentukan karakter dasar yang dibagi ke dalam tiga indikator utama. Pertama, karakter spiritual, yang dilihat dari kebiasaan berdoa dan sikap toleransi sederhana. Kedua, karakter emosional, meliputi kemampuan mengelola emosi serta tumbuhnya rasa kemandirian. Ketiga, karakter sosial, yang tercermin dari sikap empati, budaya antre, dan kebiasaan berbagi dengan orang lain.
Hasil evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap perilaku sehari-hari, penilaian portofolio perkembangan anak, hingga peninjauan metode pengajaran yang diterapkan secara berkala.
Melalui keberlanjutan program ini, PT Panca Amara Utama dan Indonesian Heritage Foundation menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar. Kedua belah pihak berharap penerapan Modul PHBK dapat berjalan semakin optimal, sehingga mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Banggai yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, berempati, dan memiliki bekal cukup untuk menghadapi tantangan masa depan.(*/adibua)
