Bangkep, Banggaiplus.com – Angin kencang yang melanda sebagian wilayah pesisir Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, selama sebulan terakhir menyebabkan kerusakan bagi warga Kecamatan Bulagi Utara. Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kelurahan Sabang, yang tergenang banjir rob setinggi lutut orang dewasa.
Anggota DPRD Bangkep, Erik Lauw, menyarankan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar peristiwa serupa tidak terulang. Menurut Erik, Kelurahan Sabang membutuhkan material pemecah ombak berupa blok beton berbentuk kubus yang biasanya ditempatkan di depan tanggul untuk mengurangi energi gelombang.
Kelurahan Sabang berjarak sekitar 85 kilometer dari Salakan, ibu kota Kabupaten Bangkep, dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Wilayah ini juga tidak jauh dari Desa Luk Panenteng, destinasi wisata yang memiliki Danau Paisu Pok dan Pantai Poganda.
“Sebagai antisipasi mencegah bencana serupa di masa depan, antara lain dengan menyediakan material pemecah ombak, membangun tanggul pantai yang lebih kokoh, membuat sistem drainase yang baik, menanam bakau atau mangrove sebagai penahan ombak alami, serta memastikan peralatan peringatan dini dari BMKG berfungsi dengan baik,” tegas Erik.***







