banner 728x90

Serpihan HUT Humas Polri ke 75, ada AKP Saiman, Sang Pengemas Citra Polresta Banggai

Luwuk, Banggaiplus.com — Bagi siapa pun yang setiap hari bergerak di dunia jurnalistik Kabupaten Banggai, satu nama tak mungkin terlewatkan saat meliput peristiwa di Mapolresta Banggai. Sosok dengan pangkat tiga balak di pundaknya itu selalu hadir, tenang namun tegas, ramah namun profesional.

Ia memastikan informasi mengalir jelas antara institusi kepolisian dan masyarakat luas. Ia adalah AKP Saiman, S.H., Kepala Seksi Humas Polresta Banggai. Seorang pria yang tak sekadar menyampaikan informasi kepada wartawan, tetapi meramu cerita agar kehadiran Polri terasa dekat di hati warga.

Di momentum peringatan HUT Humas Polri ke 75 tahun ini, sosoknya tampil lebih menonjol dari biasanya. Berbagai kegiatan sosial yang digelar Polresta Banggai mulai dari donor darah, pembagian masker anti asap, hingga penyaluran sembako ke panti asuhan, semuanya berjalan lancar di bawah koordinasinya. Bagi rekan-rekan media, ia bukan sekadar juru bicara yang menyampaikan rilis, melainkan jembatan yang selalu terbuka lebar, siapa pun yang datang bertanya.

Perjalanan pengabdiannya ternyata sudah mengakar sangat dalam di tanah Banggai. Sejak tahun 1991, Saiman telah mencurahkan tenaga dan pikirannya sebagai pelayanan masyarakat melalui institusi Polri di Kabupaten Banggai. Pria berusia 57 tahun ini bukanlah sosok yang berkarir dari balik meja dan ruang tertutup saja . Ia pernah merasakan langsung bagaimana rasanya berdiri di garis depan, bertugas sebagai anggota Reserse Kriminal. Di sanalah ia menempa diri, menyusuri jalan sampai ke setiap sudut wilayah hukum Polresta Banggai. Dirinya terjun ke lokasi salam setiap kejadian. Figur yang satu ini kerap melihat langsung gelap-terangnya kehidupan masyarakat, dan memahami betapa pentingnya kehadiran penegak hukum yang manusiawi di tengah warga.

Pengalaman bertahun-tahun di lapangan itulah yang kemudian membentuk pandangannya saat ia dipercaya memegang amanah sebagai Kasi Humas, menggantikan AKP Amin yang purna tugas pada pertengahan tahun 2025. Baginya, ruang Humas bukan sekadar ruang kerja di belakang meja dengan tumpukan kertas dan telepon yang berdering. Ia justru melangkah keluar menyambangi para wartawan dan komunitas, wartawan.ia membangun komunikasi, berdialog santai sambil mendengarkan keluhan wartawan di lapangan, dan membangun kemitraan yang erat dengan organisasi kewartawanan, termasuk PWI Kabupaten Banggai.

“Saya sadar betul, posisi ini bukan sekadar jabatan. Ini adalah kepercayaan kepercayaan dari pimpinan, sekaligus kepercayaan dari masyarakat yang berhak mengetahui kebenaran. Jika hubungan antara Polri dan masyarakat baik, banyak hal akan lebih mudah diselesaikan,” ungkapnya dengan rendah hati ketika menyambangi kantor PWI Banggai beberapa waktu silam.

Baginya, menjadi “corong utama” Polresta Banggai berarti menjaga keseimbangan yang terukur. Di satu sisi, ia harus menyampaikan kinerja institusi secara transparan dan akurat di sisi lain, ia memastikan setiap informasi yang keluar tidak menimbulkan kegelisahan yang berlebihan di tengah masyarakat. Saat berita buruk terjadi, ia hadir menjelaskan fakta tanpa dibungkus kata-kata berbelit. Saat ada yang patut diapresiasi, ia pun tak ragu membaginya agar warga tahu bahwa upaya menjaga keamanan adalah kerja bersama.

Banyak wartawan yang merasa beruntung bekerja dengannya. Responsif, terbuka, dan selalu berusaha melengkapi informasi yang dibutuhkan. Itulah kesan yang melekat. Ia menganggap media bukan sekadar pemberita, melainkan mitra strategis dalam menjaga kondusivitas daerah. Melalui penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab, Humas yang dipimpinnya turut membangun citra positif sekaligus menjaga reputasi institusi yang dibangun oleh personel di lapangan.

Di HUT ke 75 Humas Polri ini, AKP Saiman adalah satu dari sekian banyak sosok yang bekerja dalam senyap. Tidak menonjolkan diri, namun kehadirannya terasa di setiap berita yang terbit, di setiap kegiatan sosial yang berjalan, dan di setiap senyum warga yang merasa didengar. Baginya, menjaga reputasi Polri bukanlah dengan pidato-pidato indah semata, melainkan dengan keterbukaan, ketulusan, dan kedekatan yang tulus dengan masyarakat.

Dan di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu benar, sosok seperti AKP Saiman adalah penenang untuk memastikan bahwa kebenaran tetap menjadi pegangan, dan kepercayaan tetap terjaga di antara lembaga penegak hukum dengan masyarakat yang dilayaninya. (adibua)

error: Content is protected !!