banner 728x90

Setetes Harapan di Tengah Kemarau, Jejak Humanis Polresta Banggai di Luwuk Utara

Luwuk, Banggaiplus.com — Panas matahari menyengat bumi Luwuk Utara. Bulan berganti, namun hujan tak kunjung menyapa. Sumber-sumber air yang dulu menjadi andalan warga kini perlahan mengering, menyisakan tanah kering dan kekhawatiran yang makin dalam di hati setiap keluarga.

Di saat yang paling sulit itulah, hadir secercah harapan, bukan berupa awan mendung, melainkan deru kendaraan taktis yang membawa air bersih untuk sebuah kehidupan.

Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banggai belakangan ini tak sekadar membuat tanah gersang. Ia menyentuh ruang paling dasar kehidupan warga, akses terhadap air bersih. Disana, di Desa Awu dan Desa Boyou, warga harus berjuang ekstra untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumber air yang makin menipis, dan kebutuhan yang tak bisa ditunda menjadi realitas pahit yang dihadapi setiap hari.

Namun, warga tak sendirian. Polresta Banggai hadir di tengah kekeringan itu, membawa misi sederhana namun sangat berarti. institusi berseragam coklat itu menjangkau mereka yang kesulitan dan memastikan tak ada warga yang kehausan.

Enam ribu liter air lebih dulu dikirimkan ke Desa Boyou pada Jumat, 9 Oktober 2026. Bantuan itu seperti oase di tengah gurun bagi warga yang sudah lama berjuang mencari air. Tak berhenti di sana, pada akhir pekan, Sabtu hingga Minggu, 10–11 Oktober 2026 tim Satuan Samapta Polresta Banggai kembali bergerak. Kali ini menyalurkan 24 ribu liter air bersih ke Desa Awu, sehingga total mencapai 30 ribu liter air yang disalurkan ke warga Luwuk Utara dalam rentang waktu singkat.

Kendaraan taktis AWC Satuan Samapta melaju membelah jalanan desa, menghadirkan mobil yang berisi air bersih, lalu menyalurkannya ke wadah-wadah yang telah disiapkan warga. Setiap tetes yang mengalir bukan sekadar air, tetapi sebuah harapan yang kembali utuh.

“Sore itu kami ke sana lagi, karena memang kedua desa tersebut sangat kekurangan air bersih,” ujar Kasat Samapta Polresta Banggai, AKP Rudi Dg. Simbung,” ujarnya dengan nada yang tulus.

Bagi polisi ini bukan hanya sekadar tugas rutin. Ini adalah aksi sosial dan kehadiran polisi di tengah krisis air dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Polresta Banggai terus berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan dan pemerintah setempat, memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan tepat waktu.

“Kami ingin memastikan warga yang kesulitan mendapatkan air tetap mendapat bantuan. Berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga dan memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi,” tambah AKP Rudi.

Di tengah cuaca yang tak menentu dan tantangan yang datang silih berganti, kehadiran Polresta Banggai mengingatkan kita satu hal sederhana namun penting. Apa itu ?. Diantara kesulitan, selalu ada tangan yang terulur untuk saling menguatkan. Setetes air yang disalurkan hari ini, adalah bukti kepedulian mampu mendinginkan dan menghilangkan dahaga, sekaligus menghangatkan kebersamaan antara kepolisian dan warga. (*/adibua)

error: Content is protected !!