Potensi Perikanan Bangkep Belum Jadi Andalan, PAD Bocor di Laut

Bangkep, Banggaiplus.com – Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), yang 72,83% wilayahnya adalah laut, menyimpan potensi perikanan yang besar. Namun, potensi ini belum maksimal mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Luas laut Bangkep mencapai 18.828,10 km², menjadikannya salah satu wilayah laut terluas di Sulawesi Tengah. Potensi perikanan tangkap dan budidaya seharusnya menjadi sumber PAD yang signifikan. Ironisnya, kontribusi sektor ini masih jauh dari harapan, padahal Bangkep dikenal sebagai penghasil ikan berkualitas ekspor.

Harianto L Sadardi, Anggota Komisi III DPRD Bangkep, mengungkapkan kekecewaannya terkait kebocoran PAD dari sektor perikanan dan kelautan.

“Potensi perikanan di Bangkep seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD, tapi kenyataannya belum terwujud,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat, (22/8/2025).

Berbagai upaya telah dilakukan, seperti penarikan retribusi penjualan ikan ke luar daerah, pembangunan pabrik es, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum. Namun, hasilnya belum sesuai harapan.

Harianto menyoroti lemahnya pengawasan dan regulasi yang menyebabkan banyak kapal dari luar daerah membeli ikan hasil tangkapan nelayan Bangkep tanpa tersentuh retribusi. Selain itu, kapal-kapal dari luar daerah juga bebas beroperasi di perairan Bangkep, sehingga potensi PAD hilang begitu saja.

Untuk mengoptimalkan potensi perikanan, Arianto menekankan perlunya pengawasan yang ketat dan penegakan regulasi yang efektif. Dengan pengelolaan yang baik, sektor perikanan diharapkan dapat menjadi andalan PAD Bangkep dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain pengawasan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kapasitas pengelolaan potensi perikanan. Hasil tangkapan harus dikelola melalui sistem yang disediakan pemerintah daerah agar retribusi dapat dipungut,” tandas politisi PKB ini. (bp01)

error: Content is protected !!
Exit mobile version