Bangkep, Banggaiplus.com – Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Salakan, tengah bersiap untuk berbenah. Program penataan tata ruang kota diproyeksikan untuk meningkatkan estetika dan daya tarik visual.
Namun sayangnya, sebuah gudang tua tak ubahnya seperti onggokan “Besi Tua” yang terletak di jantung kota, tepatnya di Jalan KRI Imam Bonjol, kompleks Pelabuhan Salakan, menjadi ancaman kegagalan rencana pemerintah daerah untuk mempercantik wajah Salakan.
Ketua DPRD Banggai Kepulauan Arkam Supu ketika Sidang Paripurna Penyampaian Keterangan Bupati tentang Raperda RPJMD Bangkep 2024-2029, Senin (4/8/2025). Di hadapan Bupati Bangkep, Rusli Moidady, secara langsung memberikan “sodokan” keras. Arkam menyatakan bahwa proyek penataan kota berisiko gagal jika bangunan tersebut tidak segera dibongkar. Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Keindahan kota tidak hanya sekadar estetika visual, tetapi juga harus selaras dengan fungsi dan kesejahteraan warganya.
“Saya so tidak bisa membedakan , mana saya pe kampung Lesan dengan Kota Salakan,” tutur Arkam dengan dialeg lokal.
Mantan aktivis menambahkan, kawasan perkotaan merupakan pusat kehidupan masyarakat, sentral pembangunan fisik, dan tempat berlangsungnya aktivitas sosial masyarakat kota. Penataan kota yang berfokus pada keindahan dan memiliki estetika menjadi niat bersama.
“Maka perlu tindakan pasti soal keberadaan gudang tua yang terbengkalai di lokasi strategis tersebut. Keberadaan bangunan gudang itu, jelas mengganggu keindahan dan fungsi kawasan,” tandas Arkam Supu.(bp01)







