banner 728x90

Polemik Turnamen Bola Voli HUT RI ke-80 di Bulagi Selatan, Atlit Luar Daerah Ikut Bertanding

Bangkep, Banggaiplus.com – Kecamatan Bulagi Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, semarak menyambut HUT RI ke-80 dengan menggelar turnamen bola voli.

Namun, perhelatan olahraga yang seharusnya menjadi ajang kebersamaan ini justru diwarnai polemik. Keikutsertaan dua tim (Putra/Putri) dari Desa Kambal, Kecamatan Bulagi yang berada di luar wilayah Bulagi Selatan telah memicu protes dari peserta lain dan warga setempat.

Turnamen yang dimulai pada 27 Juli 2025 ini diikuti oleh 15 tim perwakilan desa di Bulagi Selatan, serta dua tim dari Puskesmas dan dua tim dari SMP/SMU setempat. Dalam rapat awal, telah disepakati, seluruh peserta harus berasal dari Bulagi Selatan dan wajib menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti identitas. Perwakilan instansi juga diharuskan menyertakan Surat Keputusan (SK) dari instansi terkait.

Namun, kesepakatan tersebut dilanggar. Dalam rapat selanjutnya, salah seorang panitia dengan persetujuan Camat Bulagi Selatan menyetujui keikutsertaan dua tim putra dan putri dari Desa Kambal, terdaftar mewakili Kantor Camat Bulagi Selatan.

Keputusan ini menimbulkan protes keras dari para peserta yang mewakili desa-desa di Bulagi Selatan. Protes dari para Penjabat (Pj) Kepala Desa pun tak digubris, bahkan mereka merasa tak berdaya karena status jabatan mereka yang sementara.

Ketidaksetujuan tidak hanya datang dari peserta, tetapi juga dari masyarakat setempat. Mereka menilai tindakan oknum panitia yang melibatkan atlet dari luar Bulagi Selatan sebagai bentuk tidak konsisten sesuai dengan meeting awal yang telah disepakati bersama

Ketua panitia, Boni Edwar Maasi, membenarkan adanya permasalahan tersebut saat diwawancarai pada Kamis, (31/7/2025). Ia mengakui kesepakatan awal yang menetapkan seluruh peserta harus berdomisili di Bulagi Selatan.

Namun, ia mengaku tidak hadir dalam rapat kedua di mana keputusan sepihak untuk mengikutsertakan tim dari luar daerah diambil. Ia menyatakan ketidakmampuannya untuk berbuat banyak sebagai ketua panitia dan menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada Camat Bulagi Selatan.

“Untuk itu diharapkan agar Camat Bulagi Selatan dapat segera mencari solusi terbaik agar turnamen bola voli ini dapat berjalan dengan sportif dan tidak menimbulkan kisruh lebih lanjut,” tandas Boni. (bp01)

error: Content is protected !!