Kisah Dari Simpang Raya, Nenek Sukasih yang Tak Lagi Pulang

Luwuk, Banggaiplus com – Sabtu sore (31/1/2026), suasana di Desa Dwipa Karya, Kecamatan Simpang Raya, menjadi suram. Satu demi satu warga berkumpul di pinggir saluran irigasi, menyaksikan petugas Polsek Bunta yang sedang menangani penemuan mayat nenek berusia 80 tahun yang terapung di dalam aliran air.

Nenek Sukasih, begitu ia dikenal oleh keluarga dan tetangga, adalah seorang petani yang tinggal di Dusun 4 Desa Beringin Jaya, Kecamatan Bunta. Kepergiannya tiba-tiba menjadi pukulan berat bagi keluarganya.

Kisah dimulai sekitar pukul 18.30 Wita, ketika seseorang menemukan barang-barang milik Nenek Sukasih, di antaranya sabun, sendal, dan pakaiannya yang berserakan di tepi saluran irigasi.

Orang yang menemukan adalah keponakan korban, yang langsung panik dan curiga bahwa sesuatu yang tidak baik telah terjadi.

“Dia langsung pulang dan memanggil keluarga korban. Karena tidak menemukan Nenek Sukasih di rumah, mereka pun segera mengajak warga sekitar untuk melakukan pencarian bersama,” cerita Kapolsek Bunta, Iptu Syafarudin Ramin, SH.

Pada saat itu, air saluran irigasi dalam kondisi naik akibat debit yang besar. Setelah beberapa saat mencari, cucu Nenek Sukasih menemukan tubuhnya dalam keadaan terapung di dalam aliran air yang deras.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan petugas polisi, Nenek Sukasih diduga meninggal akibat hanyut atau tenggelam saat sedang mandi atau mencuci di saluran irigasi. Kondisi air yang sedang tinggi diperkirakan menjadi faktor utama yang menyebabkan musibah ini terjadi.

“Kami telah menjelaskan kondisi korban dan dugaan penyebab kematian kepada keluarga. Namun, keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi atau proses hukum lebih lanjut,” jelas Iptu Syafarudin.

Keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas, menyebutnya sebagai musibah yang harus diterima dengan sabar. Mereka menyampaikan bahwa Nenek Sukasih adalah sosok yang baik, selalu suka membantu orang lain, dan sangat mencintai keluarga kecilnya.

“Atas nama Polsek Bunta, kami sangat berduka hati atas musibah yang menimpa keluarga besar Nenek Sukasih. Semoga keluarga yang berduka diberikan kekuatan dan ketabahan untuk melewati masa sulit ini,” tutup Iptu Syafarudin.

Di pinggir saluran irigasi yang kini kembali tenang, keluarga dan warga masih meratapi kepergian sosok nenek yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama puluhan tahun. (*/adibua)

error: Content is protected !!
Exit mobile version