Luwuk, Banggaiplus.com — Di ruangan lobi Mapolresta Banggai, suasana terasa hangat pagi itu. Bukan karena cuaca, melainkan dari semangat yang mengalir dari satu orang ke orang lain. Saat jarum jam mulai bergerak, tangan-tangan kokoh berseragam terulur, bukan untuk menegakkan aturan, melainkan untuk meneteskan harapan.
Peringatan Hari Ulang Tahun Humas Polri yang ke-75 tahun 2026 tak dirayakan dengan pidato panjang atau upacara belaka. Polresta Banggai memilih cara yang lebih menyentuh hati, menyalurkan kehidupan. Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai, kegiatan donor darah digelar sebagai wujud nyata tema yang diusung, “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri.”
Setetes darah yang keluar dari lengan setiap personel adalah simbol lebih dari sekadar cairan kehidupan. Itu adalah bukti bahwa pengabdian tidak hanya terwujud saat bertugas di jalanan atau di lapangan, tetapi juga dalam keikhlasan berbagi bagi sesama. Dalam kegiatan sederhana namun bermakna itu, terkumpul 15 kantong darah, 15 harapan yang akan dikucurkan bagi mereka yang sedang menunggu di ruang perawatan, di meja operasi, atau di tepi ranjang perjuangan hidup.
Kapolresta Banggai, Kombes Pol Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.
“Terima kasih kepada seluruh personel yang telah ikut serta mendonorkan darahnya. Semoga darah yang terkumpul ini dapat menjadi berkah dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya tulus.
Baginya, angka 75 bukan sekadar angka usia. Peringatan ini bukan seremoni belaka, melainkan momentum untuk merenungkan kembali arti kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Humas Polri memiliki peran strategis sebagai jembatan. Informasi yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab adalah pondasi kepercayaan yang kita bangun bersama. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan media adalah tanggung jawab besar, demi menjaga nama baik institusi yang dipercaya rakyat,” tegasnya.
Di penghujung kegiatan, kantong-kantong darah diserahkan kepada PMI. Setiap tetesnya menceritakan satu hal sederhana namun bermakna dalam, dibalik seragam dan atribut, ada jiwa yang sama manusia yang saling membutuhkan, saling menguatkan, dan saling menyelamatkan.
Karena pada akhirnya, menjaga reputasi bukanlah dengan kata-kata. Melainkan dengan setetes darah yang tulus. (*/adibua)
